INFORMASI DAN MEDIA TPP KABUPATEN NABIRE, "KAMPUNG TERDEPAN UNTUK INDONESIA"

Juni 14, 2026

Dengan Kembali Berfungsinya eHDW Versi Web, Nabire Kembali Berpacu Dalam Pengimputan Data Stunting

Nabire pada Jumat 13 Juni 2026,

Dalam kurun dua tahun lebih Papua Raya dalam pelaporan data stunting berbasis eHDW Versi Web rata rata (0)%, hal ini dikarenakan tidak dapat diakses system eHDW karena mengalami kendala. Hal ini membuat hasil kerja KPM, tidak dapat diakses/diinput. Disamping itu ada beberapa factor juga yang menjadi sedikit kendala dalam pengimputan dan pelaporan.

Berikut adalah rincian utama penyebab lambatnya proses penginputan data di Papua:

Jaringan Internet dan Listrik Terbatas:

Banyak wilayah dan desa (kampung) di pedalaman atau pegunungan Papua belum terjangkau sinyal telekomunikasi (blank spot) dan aliran listrik yang memadai. Padahal, aplikasi eHDW membutuhkan koneksi internet untuk mengirimkan data secara real-time.

Kondisi Geografis yang Sulit:

Wilayah yang luas dengan medan berbukit atau hutan yang berat membuat akses transportasi dari desa ke fasilitas kesehatan sangat sulit. Kader sering kali harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan sinyal agar dapat melakukan sinkronisasi data.

Keterbatasan SDM dan Literasi Digital:

Pergantian kader di tingkat desa/kampung dan kurangnya pelatihan teknis membuat pemahaman para kader dalam mengoperasikan aplikasi eHDW masih perlu ditingkatkan.

Masalah Sinkronisasi Sistem:

Terdapat kendala teknis dalam proses sinkronisasi data dari ponsel kader (KPM) ke dasbor admin desa/kecamatan, yang menyebabkan data ganda atau tidak tercatat.

Berikut beberapa tahap yang sudah kami lakukan dalam proses pendampingan agar data stunting dapat terabded :

Dibuatnya akun secara berjenjang baik dari tingkat provinsi, kabupaten, distrik, sampai pada tingkat kampung. Sampai dengan media informasi ini diturunkan kabupaten nabire telah membuat akun untuk 15 distrik - yang akan di Kelola oleh Pendamping Desa (PD), dan di tingkat kampung sebanyak 72 yang akan dikelola oleh kampung dan PLD.

Akun sebagai pintu masuk (user dan password) dalam akses eHDW berbasis web. 


langkah berikut adalah Pengelolaan data stunting oleh Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan Pendamping Desa dilakukan melalui lima tahapan utama: pendataan sasaran, pemantauan berkala, analisis dan pelaporan, rembuk stunting, serta integrasi program. Keduanya berkolaborasi untuk memastikan intervensi layanan gizi tepat sasaran. 

Pendataan Sasaran (Pemetaan Sosial)

Identifikasi 1.000 HPK: KPM mendata sasaran prioritas yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 0-23 bulan (1.000 Hari Pertama Kehidupan) di tingkat RT/RW.

Pencatatan Kondisi: Mencatat kelengkapan pemeriksaan kehamilan (ANC), pemberian Tablet Tambah Darah (TTD), kepemilikan jaminan kesehatan, dan status imunisasi dasar.

Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan

Pengukuran Rutin: KPM memfasilitasi dan mendampingi pengukuran berkala tinggi/panjang badan dan berat badan balita setiap bulan di Posyandu menggunakan alat antropometri standar. Pencatatan Buku KIA: Memastikan hasil pengukuran dicatat akurat di dalam Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) serta sistem pencatatan kesehatan setempat.

Analisis dan Pelaporan Data

Rekapitulasi Data: KPM merekapitulasi data bulanan terkait jumlah balita yang diukur, balita terindikasi stunting/gizi buruk, dan keluarga yang belum men Pelaporan Berjenjang: KPM menyusun laporan dan menyerahkannya kepada Pemerintah Desa, Puskesmas, serta Pendamping Desa untuk ditindaklanjuti.

Rembuk Stunting di Desa

Musyawarah Warga: KPM bersama Pendamping Desa memfasilitasi forum Rembuk Stunting Desa dengan menyajikan data akurat terkait kondisi sasaran dan layanan dasar di desa. Penyusunan Rencana Kerja: Merumuskan usulan kegiatan pencegahan spesifik dan sensitif yang dituangkan dalam Rencana Kegiatan Pemerintah Desa (RKPDes).

Integrasi dan Pemanfaatan Dana Desa

Penganggaran: Pendamping Desa membantu pemerintah desa menyusun program intervensi stunting (seperti PMT lokal, penyediaan air bersih, dan sanitasi) agar terdanai dengan APBDes. Optimalisasi Rumah Desa Sehat (RDS): KPM dan Pendamping Desa mengelola RDS sebagai forum diskusi dan pusat informasi layanan sosial dasar bagi masyarakat.


 Berikut Sekilas Tentang Stunting Apa Itu Stunting dan Mengapa Harus Dicegah Sejak Dini?

Menurut WHO, stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang ditandai tinggi badan anak lebih pendek dari standar usianya.

Kondisi ini dapat dimulai sejak dalam kandungan. Berbeda dengan gagal tumbuh yang bisa diperbaiki, stunting bersifat permanen jika tidak ditangani sebelum usia 2 tahun.

Stunting berdampak jangka panjang, mulai dari hambatan fisik, gangguan fungsi otak hingga masalah perilaku anak. Kondisi ini juga meningkatkan risiko penyakit kronis di masa depan.

Cara Mencegah Stunting yang Harus Dilakukan Orang Tua

Cara mencegah stunting pada anak perlu dilakukan selama periode emas 1000 HPK. Pencegahan dapat membantu anak tumbuh tinggi dan cerdas, sehingga bisa menjalani masa depannya secara optimal.

Jaga Nutrisi Bunda Sejak Kehamilan

Asupan gizi yang Bunda dapat selama hamil dan menyusui juga penting untuk mencegah stunting.

Pastikan Bunda terus mengonsumsi makanan kaya protein, zat besi, dan asam folat selama kehamilan dan masa menyusui untuk membantu meningkatkan kualitas ASI dan mendukung pertumbuhan bayi yang sehat.

Berikan ASI Eksklusif Minimal 6 Bulan

selama 6 bulan sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi awal bayi. Kandungan protein whey dan kolostrum di dalam ASI berperan besar dalam mendukung pertumbuhan dan daya tahan tubuh si Kecil. Protein whey lebih mudah dicerna dibandingkan protein lain, sehingga membantu penyerapan nutrisi secara optimal. Kolostrum juga kaya antibodi yang melindungi bayi dari infeksi.

Cegah Anemia pada Ibu dan Bayi

Anemia yang terjadi pada Bunda selama kehamilan dan menyusui, atau anemia yang terjadi pada bayi dapat meningkatkan risiko stunting. Maka itu, selalu cek kadar Hb secara rutin dan pastikan asupan zat besi cukup baik dari makanan maupun suplemen untuk Bunda dan si Kecil. Cek JUGA apakah kebutuhan zat besi (iron) anak sudah cukup atau belum di Kalkulator Zat Besi,

Mulai MPASI dengan Makanan Kaya Protein dan Zat Besi

Cara pencegahan stunting berikutnya adalah memberikan MPASI yang mengandung protein hewani seperti daging, ayam, ikan, dan telur di usia 6 bulan.

Protein harian yang dibutuhkan anak usia 6–12 bulan adalah 1,2 gram per kg berat badan. Untuk anak usia 1–3 tahun, kebutuhan proteinnya sekitar 1,05 gram per kg berat badan.

Selain protein, zat besi juga penting agar bayi tidak mengalami anemia. Anemia bisa mengganggu perkembangan otak dan meningkatkan risiko stunting pada anak.

Lakukan Imunisasi Dasar Lengkap

Imunisasi dasar melindungi bayi dari infeksi. Infeksi berulang juga dapat mengganggu penyerapan gizi dan memicu stunting. Jadwal imunisasi dasar diberikan sejak lahir hingga usia 12 bulan, seperti vaksin hepatitis B, BCG, polio, DPT, dan campak.

Stimulasi Dini

Stimulasi fisik, verbal, dan emosional juga mendukung perkembangan otak dan tumbuh kembang optimal. Ajak anak bermain, berbicara, bernyanyi, dan membaca buku sejak dini.

Rutin Pantau Tumbuh Kembang Anak

Pemantauan rutin penting untuk mendeteksi sejak dini jika ada keterlambatan pertumbuhan pada anak.

 Bawa anak ke posyandu atau puskesmas sesuai jadwal untuk cek tumbuh kembangnya. Jika grafik pertumbuhan menunjukkan penurunan atau stagnasi, segera konsultasikan untuk pemeriksaan lanjutan.

Jaga Kebersihan dan Sanitasi Lingkungan

Cara mencegah stunting juga mencakup menjaga kebersihan makanan, peralatan makan, dan area bermain si Kecil. Lingkungan yang bersih membantu mencegah diare dan infeksi saluran pencernaan, dua penyebab umum gangguan gizi pada anak. Pastikan anak mendapat akses air bersih dan dibiasakan mencuci tangan dengan sabun.

Dengan langkah pencegahan stunting yang tepat sejak awal kehidupan anak, risiko stunting bisa ditekan secara signifikan. Mulailah dari rumah dengan pemberian ASI, makanan bergizi, lingkungan sehat, dan cinta kasih orang tua.


 

 

 

                                                                                                                   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar