Cikampek, 13 Desember 2025
Workshop Evaluasi Pendampingan Program Percepatan
Penurunan Stunting Tahun 2025 BPSDM KEMENDESa DaerahTertinggal
Kegiatan ini dihadiri oleh para
Tenaga Pendamping Profesional (TPP) yang terdiri dari 38 orang Tenaga Ahli
Provinsi, 76 Tenaga Ahli Kabupaten dari 38 provinsi, SKPD terkait Dinas PMD
Provinsi dan Kabupaten, Dinas Bapeda Provinsi dan Kabupaten, serta para pejabat
kementerian, dengan total peserta ± 266 orang. Kegiatan yang berlangsung selama
4 hari ini dikemas dengan tujuan Evaluasi dan penguatan kapasitas bagi TPP
dalam mendampingi desa mewujudkan konvergensi pencegahan dan percepatan
penurunan stunting serta penekanan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
Dalam paparan materinya : ”Penguatan
Peran Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Dalam Upaya Konvergensi Pencegahan
dan Percepatan penurunan Stunting di Desa” Kepala BPSDM Dr. Agustomi Masik,
M.Div menegaskan bahwa TPP memiliki posisi stratesis sebagai pengerak untama
koordinasi lintas sektor ditingkat desa.Beliau menekankan pentingnya ketepatan
data, penguatan tatakelola, serta kolaborasi multi pihak dalam menentukan
keberasilan intervensi stunting. Menuruntnya percepatan penurunan stunting di
desa membutuhkan kerja bersama antar pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenga
pendamping dan masyarakat desa itu sendiri agar upaya konvergensi berjalan
efektif.
Dari data yang dipaparkan oleh
BPSDM terkait pelaporan EHDW se Indonesia, papua secara keselurahan semuanya
masih merah artinya PIC yang memegang ucer data scorcard EHDW tidak pernah menginput
data yang diberikan KPM. Hal ini cukup memalukan peserta dari papua raya. Tindaklanjut
dari resiko ini,setelah kegiatan selesai peserta papua raya dikumpul untuk
melaporkan pendampingan yang sudah dilaksanakan. Sebagai solusi dan
tindaklanjut satu diantaranya adalah penyediaan user disemua multi pihak; TPP Provinsi dipegang oleh PIC stunting, Kabupaten dipegang oleh PIC Stunting Kabupaten, DPMK oleh Kadis atau tang ditunjuk, Bapeda oleh Kadis atau yang ditunjuk, dengan harapan data yang dilaporkan adalah data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan guna percepatan penurunan angka stunting dan pencegahan dini.
Dengan terselenggaranya
kegiatan ini, diharapkan seluruh TPP semakin siap dan terarah dalam menjalankan
peran strategisnya, sekaligus memperkuat implementasi program prioritas
nasional dalam membangun desa yang sehat, berkualitas, berketahanan menuju indonesia
emas 2045.
Hasil Dan
Rujukan
- 1. Akan
dilaksanakan pelatihan peningkatan kapasitas TPP tahun 2026 terkait Stunting
yang dilaksanakan terpusat oleh BPSDM
- 2. Menguatkan
kolaborasi lintas sektor dan jejaringan dalam penanganan gizi anak, penurnan
angka stunting.
- 3. Memahami
kebijakan Nasional dalam peran lintas sektor untuk percepatan penurunan angka
stunting
Untuk itu semangat kolaborasi
dan komitmen kuat seluruh pemangku kepentingan menjadi pondasi utama dalam
menurunkan angka stunting secara signifikan diseluruh wilayah Indonesia.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar